![]() |
Wakil Rektor III, Dr. H. Lalu Sirojul Hadi (Kanan) |
Tradisi berbagi, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Lombok, semakin hidup dengan hadirnya bulan suci ini.
Tradisi berbagi terlihat serentak dilakukan di seluruh wilayah di Pulau Lombok, tak hanya di desa-desa, tetapi juga di Pusat Kota Mataram menjadikan satu momen kebersamaan yang hangat.
Masyarakat berkumpul di masjid setempat untuk merayakan acara berbagi takjil dan berbuka puasa bersama menjadi rutinitas yang biasa.
Dengan penuh semangat, masyarakat membawa berbagai hidangan berbuka puasa yang telah disiapkan bersama.
Tak hanya makanan, tetapi juga sembako dan kebutuhan sehari-hari yang diberikan kepada tetangga atau masyarakat kurang mampu.
Tak ketinggalan, seluruh instansi-instansi pemerintahan hingga pendidikan turut menyelenggarakan tradisi berbagi ini.
Salah satu yang menginsipirasi adalah program gaspoll yang dilaksanakan Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram.
Donatur gaspol berasal dari pengurus yayasan, para dosen dan tenaga pendidik di lingkup UNW Mataram.
Para donatur berkomitmen menyisihkan sebagian rejekinya sebagai donasi tetap untuk mendukung program berbagi untuk para penerima manfaat yaitu civitas akademika yang sedang mendapatkan musibah dan atau mereka yang kurang mampu.
"Alhamdulillah. Syukron jazaakumullloh..baik untuk yang sudah menyumbang maupun yang menyebarkan. Semoga Alloh membalas semua kebaikan ini", ungkap Aisah Jamili, Ketua Gaspol UNW Mataram.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar berbagi makanan ataupun materi, tetapi juga menjalin silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan di antara lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.
Dalam bulan Ramadan, kita diajarkan untuk berbagi dan merasakan bagaimana hidup dalam kesederhanaan. Aktivitas ini bukan hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga mendekatkan kita kepada ajaran agama.
"Semua takjil amanah teman-teman di UNW Mataram sudah terbagi ke semua fakultas, mohon maaf untuk yang belum bisa dijangkau.
Penerima manfaat kegiatan berbagai kali ini adalah seluruh tendik di fakultas, tukang dan anak-anak Panti Asuhan sebagian disaksikan oleh bapak Wakil Rektor III, Dr. H. Lalu Sirojul Hadi", jelas Desi Suryati, salah seorang dosen yang juga anggota gaspoll.
Kegiatan ini sangat inspiratif dalam mempertahankan budaya saling berbagi yang tidak hanya terbatas pada makanan dan sembako serta lingkup masyarakat yang luas.
Berbagai dapat dimulai dari saudara-saudara terdekat, lingkungan kerja hingga masyarakat umum.
Berbagi tidak hanya berupa uang dan materi, namun juga saling membantu dalam hal transportasi, pengajaran, dan pengetahuan.
Ramadan kali ini, semangat berbagi di Lombok tidak hanya mempersatukan masyarakat, tetapi juga mengajak kita untuk lebih mengingat tujuan hidup, bahwa kebahagiaan sejati adalah saat kita mampu memberi dan membantu sesama.
Sebuah perjalanan spiritual yang mengajarkan arti dari kasih sayang dan kepedulian terhadap satu sama lain.
Melalui tradisi ini, masyarakat Lombok menunjukkan betapa kekuatan bersama yang dimulai dari hal kecil, niat yang tulus dan solidaritas dapat menjadi penopang di masa-masa sulit.
Di bulan yang penuh berkah ini, semoga semakin banyak saudara-saudara kita yang terinspirasi untuk terus berbagi, melakukan kebaikan, dan menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan serta kepedulian sosial di dalam masyarakat.
(Ria)
0 Komentar