![]() |
Foto: Pasar Narbada Kebaran (Kamis 6/3) |
Insiden ini terjadi sekitar pukul 16.00 WITA dan menyebabkan kepanikan di kalangan warga yang sedang ramai lalu lalang sekedar ngabuburit menunggu waktu berbuka, membeli takjil serta para pedagang yang telah menyiapkan barang dagangannya.
Para kasir toko di lokasi dengan cepat berlari dengan penuh kepanikan dan ketakutan, keluar menjauhi toko-toko tempatnya bekerja.
Begitupula warga yang sedang melintas dan berada di sekitar lokasi kejadian.
Menurut informasi yang dihimpun Erakininews, kebakaran bermula dari salah satu ruko yang diduga disebabkan oleh konsleting listrik.
Api dengan cepat menjalar ke ruko-ruko lain di sekitarnya, melahap barang dagangan dan menghanguskan bangunan.
Setidaknya terdapat 6 ruko bersekat dan beberapa lapak pedagang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ludes terbakar akibat kejadian ini.
Di tengah situasi mencekam tersebut, Warga yang sedang berada di sekitar lokasi langsung berkerumun dan ada juga yang bersegera menyelamatkan beberapa barang dagangannya walopun di tengah kobaran api dan asap hitam yang terus mengepul.
Sebagian warga segera melaporkan kejadian ini ke petugas pemadam kebakaran, yang langsung bergegas ke lokasi untuk memadamkan api.
Informasi dari Camat Narmada, Sumasno, kebakaran diperkirakan mulai sekitar pukul 16.00 WITA, api muncul dari salah satu toko.
Dalam kejadian ini setidaknya ada sekitar 6 unit toko yang habis terbakar bersama isinya. Toko yang terbakar berjualan sandal, sepatu, pakaian.
“Ada 6 toko yang ludes terbakar bersama isinya,” ungkap Sumasno.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Damkar Lombok Barat H. Amin memaparkan bahwa Damkar menerima informasi kebakaran sekitar pukul 16.26 WITA. Anggota langsung berangkat dan tiba di lokasi kebakaran sekitar 25 menit.
Setelah tiba di lokasi, tim melakukan upaya penyiraman lokasi kebakaran dan bangunan sebelah agar tidak merembet. Dari hasil pengecekan ada 2 ruko besar yang terbakar.
Kedua ruko menjual pakaian, sepatu, tas, baju dan yang satunya menjual peralatan bengkel.
Untuk penanganan dan pengendalian api, Damkar setempat mendatangkan 2 kendaraan dan dibantu armada Damkar Kota Mataram.
Setelah beberapa jam berjuang melawan kobaran api, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 18.00 WITA.
“Kita menjaga agar tidak merembet, karena sebelah ruko ada perkampungan,” jelasnya.
Untuk kepastian toko yang terbakar, Amin mengatakan yang terbakar sebenarnya dua ruko besar yang sudah disekat-sekat.
“Yang terbakar dua ruko yang disekat-sekat, sehingga terlihat seperti 6 toko, sebenarnya itu dua ruko nya besar dan disekat-sekat,” jelasnya.
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mengingat banyaknya barang yang hangus dan kerusakan bangunan yang parah.
Sejumlah pemilik ruko yang terdampak kebakaran terlihat sangat terpukul, mengingat banyak di antara mereka menggantungkan hidup dari usaha yang telah bertahun-tahun mereka bangun.
Mereka mengaku hanya bisa bersabar dan mengikhlaskan musibah yang menimpa mereka. Beberapa korban juga berharap bisa segera mendapatkan bantuan atau ganti rugi dari pemerintah setempat untuk membangun kembali usaha mereka karena telah mendaftarkan usaha mereka pada lembaga penjamin usaha.
Sementara itu, pihak kepolisian setempat juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kebakaran ini dan memastikan keselamatan serta keamanan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Terkait penyebab kebakaran, dugaan sementara karena korsleting Listrik.
Masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun perkiraan kerugian belum diketahui masih dilaksanakan perhitungan oleh pemilik.
Hingga berita ini dirilis, para korban dan masyarakat masih menunggu laporan resmi hasil penyidikan pihak kepolisan.
Dari pantauan Tim Erakininews, Jum'at pagi tepatnya sehari setelah insiden ini (7/3) police line masih tampak membentang diseluruh areal ruko yang terbakar, masyarakat masih memenuhi tempat kejadian hanya karena penasaran untuk melihat dan memastikan situasi dan kondisi disekitarnya.
Terlihat pula beberapa petugas Damkar setempat berusaha mencari tahu, menghubungi dan memediasi para korban untuk membantu mencari solusi yang tepat.
Kebakaran ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dan disiplin dalam menjaga keselamatan, terutama di kawasan bisnis dan padat penduduk.
(Ria)
0 Komentar