Breaking News

Harga Cabai di Lombok Melonjak Drastis, Tembus 200 Ribu Per Kilogram

ErakiniNews. Lombok, 3 Maret 2025 - Harga cabai di pasar-pasar tradisional di Lombok mengalami lonjakan yang signifikan, mencapai angka 200 ribu rupiah per kilogramnya.

Kenaikan harga ini menjadi perhatian utama bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang bergantung pada komoditas ini sebagai bahan baku utama.

Kenaikan harga cabai ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain cuaca ekstrem beberapa waktu lalu, yang mengganggu proses panen, serta tingginya permintaan di awal bulan Ramadan.

Selain itu, minimnya pasokan dari petani lokal juga turut berkontribusi pada kenaikan harga yang mencengangkan ini.

Seorang pedagang cabai di Pasar Cakranegara, Budi (45), mengungkapkan bahwa ia terpaksa menaikkan harga jual akibat pembelian dari distributor yang juga mengalami harga tinggi.

 "Kami tidak punya pilihan lain. Jika tidak menaikkan harga, kami akan rugi," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah konsumen mengaku kesulitan untuk membeli cabai dengan harga yang selangit ini.

Wati (30), seorang Ibu rumah tangga, mengatakan bahwa ia harus mengatur ulang anggaran belanja dapur setiap kali berbelanja.

 "Biasanya saya bisa membeli cabai dalam jumlah banyak, tapi sekarang harus berhemat.

Dulu saya bisa beli satu kilogram, sekarang harus berpikir dua kali," keluhnya.

Memasuki bulan Ramadan, dampak dari lonjakan harga cabai semakin terasa.

Beberapa lesehan, warung makan, dan pengusaha kuliner mulai menaikkan harga menu spesial mereka yang menggunakan cabai sebagai salah satu bahan utama.

Namun ada juga yang belum menaikkan harga, namun memutar otak untuk tetap berjualan dengan mengurangi penggunaan cabai dengan tetap memperhatikan dan mempertahankan cita rasanya, terutama kuliner atau masakan yang tetap menggunakan sambal, sehingga tidak mengecewakan pelanggan.

 “Kami belum menaikkan harga menu masakan, kami siasati dengan mengurangi sedikit porsi sambal atau cabai untuk makanan seperti lalapan ayam, ikan dll. dengan tetap mempertahankan cita rasa bumbu dan masakan kami, agar bisa tetap berjualan dan tidak mengecewakan pelanggan,” kata Dani, salah seorang pengusaha kuliner.

Dengan harga cabai yang terus meroket, masyarakat Lombok berharap agar situasi ini segera membaik demi kelancaran kebutuhan sehari-hari, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini agar masyarakat tetap fokus untuk beribadah dan dapat menikmati hidangan berbuka puasa dengan tenang.

Diharapkan peran aktif pemerintah daerah untuk memantau situasi ini dan memberikan solusi terbaik untuk menstabilkan harga cabai di pasaran.

(Ria)

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close