![]() |
Foto: Ain Hussin |
Akibatnya, kini Ain Hussin harus pulang paksa dan melanjutkan pengobatan ke RSUP untuk menjalani tindakan operasi lebih lanjut sebanyak 2 kali. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan oleh pihak medis, dinyatakan masih ada yang tertinggal (Semacam kista yang belum diangkat) (Red).
Saat ditemui di Rumah Sakit Umum Provinsi. Ain menunjukan kekecewaan atas pelayanan RSUD Tanjung. Ia membeberkan bahwa tindakan operasi di RSUD Tanjung, dilakukan tanpa pengecekan medis dan kontrol dokter terlebih dahulu. Senin (10/2/2025).
Ia menduga peralatan operasi yang digunakan tidak steril, sehingga timbul nanah dan rasa sakit pasca operasi. "Tidak pernah dikontrol dokter selama 5 hari di RSUD Tanjung, bahkan sampai sekarang belum ada penjengukan dari pihak RSUD Tanjung," ucapnya.
Ain mengungkap ia sangat ingin RSUD Tanjung berbenah mengenai pelayanan terhadap pasien.
"Tolong kepada Bupati yang akan dilantik pak Najmul, atensi kinerja pelayanan RSUD Tanjung," ujarnya.
![]() |
Foto: Akbar |
Terpisah, terkait dugaan malapraktik RSUD Tanjung. Kasi Humas RSUD Tanjung, Mahsun, saat dihubungi Tim Erakini mengatakan, "Kami dalami dulu," ungkap Kasi Humas saat dihubungi via Whatsapp. Selasa, (11/02/2025).
(Sarah)
0 Komentar