Breaking News

Tradisi "Dile Jojor" Cara Warga Lombok Sambut Malam Lailatul Qadr

Foto: Kegiatan Sedut Dile Jojor di Pemakaman pada Malam Ke- 27 bulan Ramadhan
 (Dok: Pribadi) 

Mataram, NTB (ErakiniNews.Com) - Tradisi  Sedut Dile Jojor atau penyalaan obor api, merupakan kebiasaan turun temurun yang dilakukan oleh umat muslim di Pulau Lombok sejak jaman dahulu. Pada malam ke -27, di Bulan Ramadhan, sebagai pertanda menyambut malam Lailatul Qadr. 

Dilansir dari Info Publik, Dile (Lampu) jojor merupakan sebuah lampu tradisional, yang dibuat dari minyak pohon jarak. Yang ditumbuk hingga keluar minyaknya, lalu dicampur dengan kapas dan digulungkan pada batang bambu, yang berukuran 10-15 cm kemudian dibakar.

 
Foto: Dile Jojor di pekarangan rumah warga

Salah satu warga Abiantubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Tania Putri mengungkap, bahwa di daerah rumahnya, Tradisi Dile Jojor dilakukan pada malam ke-27 di bulan Ramadhan. Mayoritas warga di daerah tersebut, Ramai-ramai pergi menuju makam keluarga mereka dan memasang Dile Jojor sebagai sumber penerangan.

Tidak hanya pemakaman, para warga juga memasang Dile Jojor di daerah pekarangan rumah mereka. "Disekitaran rumah dan di makam keluarga," paparnya. Saat dikonfirmasi melalui whatsapp, Sabtu, (6/4/2024) malam.

Wartawan: Siti Sarah


0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close